Monday, March 28, 2011

Tongkat Ester


Tongkat Esther



Sepanjang Minggu ini kita dihimbau untuk memperkatakan Tongkat yang didapat ketika acara penutupan tahun 2008, pada tanggal 26 dan 27 Desember 2008. Tongkat tersebut dibagikan dalam bentuk gantungan kunci yang bertuliskan nama-nama tongkat, dengan keterangan singkat dibawahnya. Ada 21 macam tongkat yang dibagikan pada saat itu, seingat saya ada Tongkat Elia, Tongkat Elisa, Tongkat Musa, Tongkat Yosua, Tongkat Paulus, Tongkat Otoritas, Tongkat Penerobos, Tongkat Pemimpin, Tongkat Esther, Tongkat Kemuliaan, Tongkat Perjanjian dll.



Bukan suatu kebetulan saya mendapatkan Tongkat Esther, dengan keterangan dibawahnya "Kutuk Jadi Berkat". Hanya sesimpel itu keterangannya, namun saya penasaran apa lagi yang bisa saya perkatakan selain 3 kata tersebut. Saya teringat my Pastor pernah mengkotbahkan tentang Esther hingga berminggu-minggu. Segera saya cari catatan kotbah saya dan puji Tuhan saya temukan. Bagaimana Esther bisa memikat hati Sang Raja ? Ada beberapa hal :
Tidak membuat pesta sendiri ketika Tuhan sedang berpesta. Miliki kesukaan yang sama dengan Raja. Ratu Wasti dibuang dikarenakan membuat pesta sendiri ketika Raja sedang berpesta. Sang sulung pada perjanjian baru juga diam-diam memiliki keinginan berpesta sendiri (Luk 15:28,29). Mari kita ikut pestanya Tuhan.
Teachable Spirit / Roh yang mudah diajar. Esther memiliki roh yang mau diajar (Est 2:10,20) sehingga ia mendapat kemurahan dari Hegai, sida-sida Raja. (Est 2:9). Roh yang sama dimiliki oleh Yesus, sehingga ia makin dikasihi oleh Tuhan dan manusia. "Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Luk 2:51,52)
Didetok menggunakan mur untuk mengeluarkan racun. Tradisi pada zaman Esther setiap gadis yang akan dipilih untuk menjadi Ratu, harus melewati proses detok selama 6 bulan menggunakan mur untuk mengeluarkan racun dan bau-bau badan yang tidak sedap. Setelah itu direndam dengan campuran parfum selama 6 bulan. Jadi selama 1 tahun para gadis tersebut dikarantina (Est 2:12). Saya tidak bisa bayangkan seperti apa jadinya gadis-gadis tersebut, mungkin bau keringatnya menjadi harum. Kesombongan, dosa dan kedagingan kita sangat bau di hadapan Tuhan. Karena itu kita perlu didetok oleh Tuhan untuk mengeluarkan racun-racun.
If it pleases the King. Jika Anda perhatikan di Alkitab, Esther tiap kali berkata ke Raja selalu diawali dengan kalimat "If it pleases the King". Hal ini juga yang dilakukannya pada saat ia mendapat giliran masuk menghadap Raja, ia menuruti anjuran Hegai, yang tahu apa yang menjadi kesukaan Raja. Biar sikap hati ini ada dalam hidup kita, "IF IT PLEASES THE KING".
Menghadapkan musuhnya ke Tuhan. Pada awalnya saya kurang mengerti mengapa Esther mengajak Haman yang adalah musuhnya ke perjamuan Raja. Ternyata itulah caranya ketika kita menghadapi musuh-musuh kita, hadapkan ke Tuhan. Apapun pergumulan kita, jangan fokus ke masalah, tapi fokus ke Tuhan. Hal itu juga ada pada mazmur 23, Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku.



Saya berusaha membuat beberapa kalimat yang bisa kita perkatakan sepanjang minggu ini sehingga berkat tongkat Esther ini bisa menjadi daging. "Kutuk menjadi BERKAT".

"Aku mendapatkan berkat Tongkat Esther, kutuk menjadi BERKAT. Aku tidak membuat pesta sendiri, tapi aku berpesta bersama dengan Tuhan Yesus karena aku memiliki kesukaan yang sama dengan Tuhan Yesus. Aku memiliki Teachable Spirit yaitu roh yang mau diajar, sehingga aku mendapatkan kebajikan, kemurahan dan kasih dari Tuhan dan manusia. Aku didetok dengan mur yang dari Tuhan untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh dan jiwaku. Dan aku direndam di dalam keharuman pengenalan akan Tuhan. Aku memiliki sikap hati "IF IT PLEASES THE KING" sehingga setiap keputusan yang aku ambil menyenangkan hati Tuhan dan aku bergaul dengan Roh Kudus dan menuruti dorongan Roh Kudus. Aku hadapkan semua permasalahan hidupku ke Tuhan. Aku mengarahkan fokus ke Tuhan yang lebih besar dari masalahku. Amin"


Blessed To Bless...

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Holy Spirit