This is featured post 1 title
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.{Mazmur 127 : 1-2}. This theme is Bloggerized by - Ezra Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: inilah Firman Tuhan dari Yang Maha Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. { Wahyu 3:7 } This theme is Bloggerized by Ezra - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. { Yesaya : 22:22 } This theme is Bloggerized by Ezra - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 4 title
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. {Yeremia 29 : 11} This theme is Bloggerized by Ezra - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 5 title
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. {Yosua 1 : 8} This theme is Bloggerized by Ezra - Premiumbloggertemplates.com.
Saturday, April 9, 2011
HAL KERAJAAN [part 2]
8:24 AM
Ezra
Tulisan Rohani
8:10 AM
Ezra
Kerinduan hati saya , bagi mereka yang belum berjumpa dengan YESUS KRISTUS , dapat bertemu secara pribadi dengan Tuhan dan Juruselamat semua manusia melalui Blog ini .
Kasih Allah yang dianugerahkan kepada umat manusia melalui :
Joh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ( Yesus ), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya ( Yesus ) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
2Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Joh 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Joh 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Joh 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Joh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Hidup kita sebagai Anak Allah haruslah senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus :
Rom 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Rom 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Rom 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Oleh karena itu MEMBANGUN HUBUNGAN dan PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN adalah PRIORITAS utama dari anak-anakNYA.
Semua karena AnugerahNYA
Blessed To Bless...
THE KINGDOM OF GOD [part 1]
7:56 AM
Ezra
Roh Kudus
7:22 AM
Ezra
I. PENDAHULUAN
Kedua pengajaran ini merupakan pengajara yang tidak seimbang. Karena itu di sini akan dipaparkan tentang pengajaran Roh Kudus sebagaimana yang tertulis di dalam Alkitab.
II. SIAPA ROH KUDUS
Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan benar tentang Roh Kudus tidak dapat diperoleh dari literatur agama, pernyataan ahli teologi atau dari tempat yang lain karena semuanya itu bisa saja salah. Hanyalah Alkitab yang bisa menjadi satu-satunya sumber terpercaya tentang Roh Kudus karena Roh Kudus sendirilah yang menginspirasi penulisan Alkitab dan tentunya Roh Kudus sudah menyingkapkan dalam buku itu tentang siapa Diri-Nya yang sebenarnya.
Dari Alkitab kita memperoleh suatu kenyataan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi bukan kuasa sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang. Adapun catatan Alkitab yang membuktikan kepribadian Roh Kudus, yaitu Ia mempunyai pikiran, emosi dan kemauan. Hanyalah sesuatu yang berkepribadian yang memiliki tiga hal ini. Sebagai tambahan, beberapa bukti lain tentang kepribadian Roh Kudus,
yaitu Ia berkata-kata (Wah 2:7), Ia memimpin (Kis 8:29) dan Ia memimbing (Yoh 16:13).
Lebih dari hanya satu pribadi, Roh Kudus ini adalah pribadi yang tidak sama dengan makhluk jasmani. Dari namanya sudah terlihat bahwa pribadi ini merupakan pribadi rohani. Dan lebih khusus lagi pribadi rohani ini adalah Allah itu sendiri. Dari Alkitab bisa diperoleh banyak catatan yang menunjukkan keilahian Roh Kudus, diantaranya yaitu Ia kekal (Ibr 9:14), Ia Mahakuasa (Luk 1:35), Ia Mahatahu (1 Kor 2:10-11) dan Ia Pencipta (Kej 1:2). Hanyalah Allah yang memiliki sifat-sifat seperti ini.
Siapa Roh Kudus? Bila pertanyaan ini diajukan kepada jemaat, kita bisa menjawabnya dengan penuh keyakinan berdasarkan kesaksian Alkitab bahwa Roh Kudus adalah Allah. Ia sama seperti dengan Allah Bapa dan Allah Anak yang terhisap dalam ketritunggalan yang kudus. Ketiganya sehakekat, tidak ada yang lebih rendah atau yang lebih tinggi dari yang lain.
III. PEKERJAAN ROH KUDUS
Dari Alkitab kita bisa memperoleh informasi bahwa sepanjang sejarah Roh Kudus aktif berkarya ditengah-tengah dunia ini. Roh Kudus bekerja dalam tiga bagian utama sejarah dunia, yaitu pertama dari masa penciptaan sampai masa kelahiran Kristus, kedua dari masa kelahiran Kristus sampai masa pentakosta dan ketiga dari masa pentakosta sampai masa sekarang.
Pekerjaan Roh Kudus pada bagian pertama, yaitu Ia terlibat dalam proses penciptaan. Menurut Kej 1:2 saat penciptaan berlangsung Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dalam bahasa Ibrani kata melayang-layang ini juga berarti ‘mengerami’. Sama seperti induk ayam mengerami telor-telornyanya dengan tujuan agar menetas dan menghasilkan kehidupan, demikianlah Roh Kudus mengerami ciptaan dengan tujuan supaya ada kehidupan yang baru. Disamping itu Roh Kudus juga bekerja dengan menguasai umat-Nya untuk melakukan misi-misi
tertentu contohnya ketika mengilhami para nabi (Yer 31:33) dan memberikan keahlian (Kel 31:3).
Lalu pekerjaan Roh Kudus pada bagian kedua berpusat pada pribadi Kristus dan jemaat mula-mula. Ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia Roh Kudus yang turun atas Maria (Luk 1:37), sepanjang pelayanan Kristus, Roh Kudus senantiasa menyeratai-Nya (Luk 4:18), dan ketika Kristus mati Ia dibangkitkan pada hari ketiga oleh Roh Kudus (Rom 8:11). Sedangkan pekerjaan Roh Kudus diantara jemaat mula-mula jelas sekali buahnya Ia memenuhi murid-murid sehingga mereka mampu melakukan banyak perkara besar (Kis 2:4).
Dan pekerjaan Roh Kudus pada bagian ketiga, yaitu tinggal di tengah-tengah umat-Nya (Kis 2:33), menginsafi dunia akan dosa (Yoh 16:7-11), mengendalikan kejahatan (2 Tes 2:7) dan memimpin gereja-Nya (1 Kor 12:13-14).
Itulah beberapa bagian pekerjaan Roh Kudus di dunia ini. Dan sebagaimana tercatat dalam Rom 8:28 semua pekerjaan itu bermuara pada kita untuk mendatangkan kebaikan kita orang yang mengasihi-Nya. Sebagai catatan, kalau yang dijelaskan di sini hanya pekerjaan Roh Kudus sepanjang sejarah dunia bukan berarti pekerjaan Roh Kudus terbatas dalam ruang lingkup itu saja. Tidak! Kalau kita meyakini Roh Kudus adalah Allah yang kekal (Ibr 9:14) maka Ia sudah aktif berkarya jauh sebelum dunia ini ada dan akan terus aktif berkarya ketika dunia ini berlalu nanti.
IV. EKSISTENSI ROH KUDUS DALAM GEREJA
Saat ini oleh karena kekurangan informasi atau kurang memperlajari isi Alkitab sebagian orang Kristen terlalu cepat mengeluarkan pernyatan-pernyataan yang tidak masuk akal. Salah satu dari pernyataan itu, yaitu tentang ada atau tidak adanya Roh Kudus dalam gereja tertentu. Ini merupakan kekeliruan karena mendasarkan keyakinan tentang ada atau tidak adanya Roh Kudus dalam gereja berdasarkan pada manifestasi atau fenomena tertentu, misalnya berbahasa lidah. Jika di dalam
Jika di dalam gereja ada karunia bahasa lidah maka di situ ada Roh Kudus sebaliknya jika tidak ada karunia demikian maka di situ tidak ada Roh kudus.
Keberadaan Roh Kudus dalam gereja tidak dapat didasarkan pada konsep yang dibuat manusia seperti di atas tetapi berdasarkan apa kata Alkitab. Beberapa catatan Alkitab tentang hubungan Roh Kudus dengan gereja, yaitu pertama Roh Kuduslah yang menjadikan gereja-Nya (1 Kor 12:13-14). Kedua, oleh Roh Kudus, Allah hadir di dalam gereja(Ef 2:22). Dan yang ketiga, Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani kepada jemaat untuk maksud pembangunan tubuh Kristus (gereja).
Dengan semua informasi dari Alkitab ini bisa diketahui bahwa Roh Kudus ada tinggal tetap dalam gereja-Nya. Tidak ada gereja yang tidak ada Roh Kudus di dalamnya. Yang membedakan gereja satu dengan yang lain barangkali karya Roh Kudus di dalam gereja tersebut tetapi mengenai oknum Roh yang ada dalam semua gereja tetap sama, yaitu Roh Allah yang Kudus. Sebagai tambahan: Setiap gereja yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan di dalamnya pasti ada Roh Kudus karena antara Yesus dengan Roh Kudus yang terhisap dalam ketritunggalan kudus tidak mungkin diceraikan. Dimana ada Yesus pasti di situ ada Roh Kudus dan begitu sebaliknya.
V. PENUTUP
Akhirnya biarlah kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus meyakini bahwa Roh kudus merupakan pribadi Allah. Dan Ia aktif berkarya sejak awal dunia sampai sekarang ini. Selain itu Roh Kudus juga ada hadir dalam gereja.
MENGENALI JENIS-JENIS PELAYANAN DARI TUHAN
7:14 AM
Ezra
Blessed To Bless...
Friday, April 8, 2011
Cara TUHAN
9:40 PM
Ezra
Kerendahan Hati, Tangga Menuju Kemuliaan
9:05 PM
Ezra

Jika Anda pernah berkebun, maka Anda pasti pernah melihat tumpukan hitam kecoklatan yang ada di atas tanah yang kita sebut humus. Kata humus ini berasal dari bahasa latin tanpa ada perubahaan ejaan yang artinya “bumi.” Sesuai dengan asal usul kata tersebut, kerendahan hati (humility) artinya “diatas tanah”. Kerendahan hati sejati akan membuat Anda rela merendahkan diri dari posisi kesombongan ke posisi rebah di atas tanah sebagai bukti penundukan diri Anda kepada Allah yang berkuasa.
Untuk mendapatkan karakter ini, manusia harus menjalani sebuah proses pemurnian. Anda bisa memulai dari kerelaan hati, dan mulai melepaskan semua ego Anda dan mempersembahkannya di mesbah Tuhan, atau sebaliknya. Jika Anda mempertahankan ego Anda, maka proses menyakitkan dimana Anda akan diremukkan hingga Anda menyerah dan rebah di atas tanah serta mengakui kedaulatan Tuhan.
Anda dapat menjatuhkan diri ke atas mesbah Tuhan dan mengijinkan diri Anda untuk diremukkan, atau Anda tetap berdiri dan batu itu akan jatuh menimpa Anda dan menghancurkan kesombongan Anda. Keremukan hati merupakan sebuah proses menuju kerendahan hati ini. Mengapa? Dr. Alan Nelson pernah menuliskan dalam bukunya Embracing Brokenness, “Jiwa manusia itu seperti seekor kuda jantan liar dengan energi tanpa batas. Kadang-kadang itu mulia dan penuh kuasa, namun pada saat-saat yang lain menjadi keras dan berbahaya. Terlepas dari potensinya, jiwa yang liar memiliki kapasitas yang terbatas untuk maksud-maksud yang konstruktif. Seperti halnya kuda liar tidak dapat dinaiki untuk bersenang-senang atau digunakan untuk menggembalakan ternak, roh seseorang yang belum diremukkan terbatas hanya pada keindahan potensi produktivitasnya. Jiwa yang tidak remuk membatasi pekerjaan Allah dalam hidup seseorang.”
Yesus mengajarkan kita untuk berdoa “kerajaan-Mu datanglah,” bukan “kerajaan-ku datanglah.” Kita harus rela melakukan apa yang Allah kehendaki, karena kehidupan ini adalah tentang kerajaan-Nya, bukan kerajaan kita. Jika Anda datang kepada Allah dengan remuk hati dan merendahkan diri, Amsal 22:4 berkata, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”
Hidup dalam kerendahan hati akan mendatangkan kepuasan yang sejati dan berkat yang luar biasa. Karena ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan menemukan kembali tempat kita di dalam Kristus, kita diberi kesempatan untuk melihat Kerajaan Allah diperluas di bumi ini.
Disadur dari: Dibangunkan Terhadap Takdir; Terry Crist;Immanuel Publishing


