Tuesday, April 12, 2011

Mengerti Hati Bapa


Hidup kita sebagai manusia seperti gambar mozaik dari bahan kaca yang jika retak tak akan dapat diperbaiki oleh siapapun kecuali oleh penciptanya sendiri.  Sekalipun kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna namun saat kita berjalan menuju destinasi atau tujuan akhir hidup kita terkadang kita mengalami hambatan dan kelelahan yang hanya diperbaiki dan diperbaharui oleh Allah sebagai pencipta kita.  Bagaimana kita dapat menghargai hidup yang Tuhan beri dan mengisinya dengan melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan?

Dalam Kejadian 47:8-9 dituliskan kisah Yakub saat bertemu dengan Firaun. Firaun menanyakan usia Yakub dan dia menjawab, “Tahun pengembaraanku sebagai orang asing…”. Jawaban itu diucapkannya karena dia menyadari bahwa kehidupannya di dunia hanya sebagai pengembara dan tidak untuk selamanya. Dan jawabannya dilanjutkan dengan,“ Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya,..”, karena Yakub menyadari sepanjang umur hidupnya, banyak hal yang belum dia lakukan dan juga banyak tindakan dan kesalahan yang seharusnya tidak dia lakukan.

Mengenal Tuhan sedari muda seharusnya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan banyak hal yang berkenan pada Tuhan selama hidup di dunia ini. Namun pernahkah kita merenungkan apa saja hal yang sudah dan belum kita kerjakan sepanjang umur kehidupan yang sudah kita jalani? Salomo tokoh yang paling kaya dan memiliki segalanya dalam hidunya mengatakan dalam Pengkhotbah 12:1, “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”.

Kita harus mengisi waktu kehidupan kita dengan benar sehingga tidak ada hal yang kita sesali saat kita dipanggil Tuhan. Karena tidak ada satu pun tempat di dunia ini yang menjanjikan kekekalan. Karena hidup adalah perjalanan di koridor waktu dimana kita yang memilih koridor waktu yang kita jalani, apakah akan menjadi waktu yang sedikit dan buruk adanya ataukah amazing moment. Apakah selama kita hidup setiap yang kita pikirkan, kita katakan dan kita lakukan selalu membuat Tuhan senang? Apakah kita masih meluangkan waktu untuk duduk di bawah kaki Tuhan dan mengatakan dengan sepenuh hati, “Tuhan, Kau sungguh baik.”
Jika kita masih diberikan hidup sampai hari ini, itu artinya kita masih diberi kesempatan memperbaiki sikap hati kita untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus pencipta kita. Menjalani kehidupan di tahun 2011, mari kita bangkit dan berjuang mengalahkan diri sendiri, melihat segala yang ada di depan kita dengan cara pandang Allah dan optimis bahwa bersama dengan Tuhan segala kesulitan pasti akan dapat kita hadapi. Tahun ini adalah tahun kemenangan dimana kita akan memenuhi destiny hidup kita yaitu untuk bersama-sama dengan Tuhan



Blessed To Bless...

Monday, April 11, 2011

Surat Kasih Sayang Dari Hati Bapa



Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu
(why 21:3-4)
 

Dan aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita diatas bumi (why 21:3-4)

Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi engkau seperti Aku mengasihi PutraKu, Yesus (Yoh 17:23)

Karena di dalam Yesus, KasihKu kepadamu dinyatakan (Yoh 17:26)
 

Dialah gambar wujud kebenaranKu (Ibr 1:3)

Ia datang untuk menyatakan bahwa Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu (rom8:31)
 

Dan untuk memberitahumu bahwa aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu (2kor 5:18-19)

Yesus mati supaya engkau dan Aku dapat diperdamaikan 
(2 kor 5: 18-19)
 

Kematiannya adalah pernyataan terbesar dari KasihKu untukmu 
(1 Yoh 4:10)
 

Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya Aku mendapatkan kasihmu (Rom 8:31-32)

Jika engkau menerima anugrah anakKu Yesus, engkau juga menerima Aku (1 Yoh 2:23)
 

Dan tidak ada lagi yang akan memisahkan engkau dari kasihKu (Rom 8:38-39)
 

Kembalilah dan Aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Sorga (Luk 15:7)

Selamanya Alu adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa Ef 3:14-15)

PERTANYAANKU adalah, MAUKAH engkau menjadi ANAKKU..??
 

(Yoh 1:12-13)
Kasih-Ku untukmu,
Bapamu,
Allah Yang MahaKuasa




Blessed To Bless...

Sunday, April 10, 2011

Gerbang Emas Israel


Hari Minggu pagi pada suatu kebaktian gereja. Ini adalah pertama kalinya Emi, Abigail, Novan dan saya pergi bersama-sama ke satu kebaktian hari Minggu yang sama. Biasanya masing-masing kami pergi ke gereja-gereja yang berbeda menurut pilihan kami sendiri. Namun kali ini kami memutuskan untuk pergi bersama untuk suatu perubahan.

Suatu khotbah yang luar biasa mengenai nubuatan bagi Indonesia dilepaskan. Hampir semua yang pengkhotbah itu katakan kepada kami bukanlah sesuatu yang baru bagi kelompok kami. Kami telah mendengarnya sebelumnya. Namun apa yang tidak kami ketahui adalah semua fakta historis dan alkitabiah yang akan membuktikan kebenaran dalam nubuatan mengenai Indonesia yang telah kami dengar dari orang-orang yang berbeda.

Pengkhotbah itu berbicara mengenai ke-12 gerbang di Yerusalem yang telah dibangun selama dan sesudah zaman Nehemia. Ke-12 gerbang itu awalnya diberi nama menurut ke-12 suku Israel, ke-12 putra Yakub. Namun sepanjang ratusan tahun, ke-12 gerbang juga dikenal dengan nama-nama yang berbeda sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar roda 12 gerbang di bawah.

"Inilah pintu-pintu keluar kota itu:
di sisi sebelah utara, .., terdapat tiga pintu gerbang [pada setiap sisi]: Ruben, Yehuda dan Lewi
-- sebab pintu-pintu gerbang kota itu disebut menurut nama suku-suku Israel --.
di sisi sebelah timur .. : Yusuf, Benyamin dan Dan.
Di sisi sebelah selatan .. : Simeon, Isakhar dan Zebulon.
Di sisi sebelah barat.. : Gad, Asyer dan Naftali.” Yehezkiel 48:30-34

Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Wahyu 21:12-13



Nama-nama dari gerbang-gerbang itu telah berubah selama ratusan tahun:

Gambar: Roda 12 gerbang Yerusalem

Pengkhotbah itu memproyeksikan suatu peta dunia dari laptopnya ke layar putih. Ada 6 garis yang saling bersilangan di satu titik di dunia … satu kota di Timur Tengah. Yerusalem.

Ada 12 gerbang di Yerusalem dan setiap gerbang menghadap satu bidang area dalam dunia – area-area yang dibatasi dengan keenam garis di bawah ini


Indonesia terletak di wilayah yang menghadap Gerbang Emas Yerusalem. Ada tiga gerbang di tembok timur: Gerbang Singa, Gerbang Emas dan Gerbang Betania. Gerbang utama di tembok ini adalah Gerbang Emas yang berhadapan dengan Indonesia.

Gerbang Emas adalah gerbang yang dilalui oleh Yesus ketika memasuki Yerusalem terakhir kali sebelum penyaliban-Nya. Dalam malam yang sama ketika Dia ditawan, Yesus pergi ke Getsemani di Bukit Zaitun, untuk berdoa. Tiga dari murid-murid-Nya pergi bersama Dia. Sementara Yesus sedang berdoa, murid-murid-Nya tertidur.
Pada satu saat di malam itu, segerombolan orang yang dipimpin oleh Yudas datang menawan Yesus. Dan melalui Gerbang Emas yang ini juga, Yesus dibawa kembali ke Yerusalem ke Imam Besar yang kemudian mengirim-Nya ke Gubernur agar Dia dieksekusi.

Dalam Yehezkiel 44, Allah Israel menubuatkan bahwa Gerbang Emas yang baru saja dibangun oleh Nehemia dan Yehezkiel akan ditutup selama-lamanya dan hanya satu Raja yang akan melewati gerbang itu untuk duduk di atas tahta di Yerusalem dan menguasai dunia dari sana.
Umat Yahudi dan Kristen mempercayai nubuatan bahwa Mesias akan melewati gerbang yang ini juga. Bagi kaum Yahudi, itu akan menjadi kedatangan pertama dari Mesias yang selama ini dirindukan sedangkan bagi kaum Kristen, itu adalah kedatangan kedua. Namun kedua kelompok ini yang mengasihi Allah Israel yang sama, kelihatannya sedang menantikan kedatangan orang yang sama. Mesias Yahudi.

“Lalu TUHAN berfirman kepadaku: "Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorang pun masuk dari situ;… Hanya raja itu, oleh karena ia raja boleh duduk di sana makan santapan di hadapan TUHAN. Raja itu akan masuk melalui balai gerbang dan akan keluar dari situ." (Yehezkiel 44:2-3) 

Pada tahun 636 M orang-orang Arab datang ke Yerusalem dan menguasai tanah itu sampai 1099 M. Mereka sangat menyadari akan nubuatan mengenai kedatangan Mesias Yahudi melalui Gerbang Emas. Dalam ketakutan dan keputus-asaan, mencoba untuk mencegah Mesias yang dinubuatkan itu untuk datang melalui gerbang ini, orang-orang Arab menyegel secara permanen jalan masuk itu dengan batu-batu dan semen. Ketakutan mereka menggenapkan nubuatan Tuhan: bahwa gerbang itu akan ditutup selama-lamanya.
Selama bertahun-tahun orang-orang Arab telah dengan sengaja menguburkan jenazah-jenazah di depan Gerbang Timur ini. Alasan mereka dibangun di atas suatu kesalahpahaman yang malang. Mereka percaya bahwa Mesias Yahudi akan menahan diri dari memasuki Yerusalem melalui rute ini karena mereka percaya bahwa Dia akan terikat oleh hukum-hukum Perjanjian Lama yang tidak memperbolehkan Dia (dan semua bangsa Yahudi) bersentuhan dengan mayat.
Foto di bawah ini menunjukkan Gerbang Emas yang diambil dari Bukit Zaitun.

Dalam foto ini, anda bisa melihat gerbang yang ditutup itu dan pekuburan di depan gerbang itu. Orang-orang Arab memilih bagian tanah ini untuk menguburkan jenazah-jenazah mereka dengan berharap bahwa sisa-sisa mayat itu akan menjadi terlalu najis bagi Mesias Yahudi itu untuk dilewati.

Gbr: Jalan masuk Gerbang Emas yang ditutup dan area pekuburan di depannya untuk mencegah Mesias Yahudi memasuki Yerusalem.

Ketika saya mendengarkan pengkhotbah  itu, saya teringat nubuatan Emi pada bulan April 2007.
Aku akan membawa engkau ke Israel dan engkau akan menyentuh Gerbang Emas itu walaupun orang boleh mengatakan bahwa itu mustahil. (Untuk membaca keseluruhan nubuatan ini, anda harus menjadi pembaca yang terundang dari blog saya, www.Adonai-Tzvaot.com)

Kedatangan kedua Mesias akan melewati gerbang ini. Menurut Matius 24, itu akan merupakan suatu perjalanan kedatangan dari suatu tempat yang jauh di timur. Bukanlah suatu kebetulan bahwa Gerbang Emas menghadap ke timur darimana Mesias harus datang pada kedatangan-Nya yang kedua.

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. Matius 24:27 

Begitu banyak nubuatan mengenai Indonesia, negeri yang terletak di bawah langit bagian timur, di selatan garis Ekuator, telah terdengar dari hamba Tuhan yang tua dan terkenal Morris Cerrulo sampai hamba-hamba Tuhan yang muda seperti Rick Joyner, Benny Hinn, Theresia Age, Petrus Agung dan Emi Nalenan. Dikatakan bahwa api Roh Kudus yang membakar dari Adonai Tzeva’ot akan datang melalui ‘Api dari Negeri Selatan’, dan seperti suatu gelombang tsunami, api itu akan dibawa oleh orang-orang yang dari negeri di arah selatan ini ke negeri di utara sesuai kereta-kereta besi yang telah diberikan kepada setiap orang.

Nubuatan yang lain mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi negeri terbesar di Asia Tenggara dengan pemercaya Allah Israel terbanyak. Ini adalah bukti yang lain bahwa negeri inilah yang akan memulai gelombang pertobatan kembali ke negeri-negeri utara terus kembali ke Israel, terus kembali ke Yerusalem, melewati Gerbang Timur. Melalui negeri inilah Mesias akan datang kedua kalinya!

Keempat kami tertegun. Kami telah mendengar semua ini sebelumnya. Namun mendengar ini sekali lagi dari suatu gereja yang sama sekali berbeda dengan yang biasanya kami kunjungi adalah benar-benar suatu peneguhan yang membuat hati kami meluap-luap bahwa memang benar apa yang telah kami percayai. Perbedaannya adalah tidak seorang pun dari kami telah memahami nubuatan ini dalam suatu pengertian secara lengkap sebagaimana yang telah dinyatakan oleh pengkhotbah ini.

Pengkhotbah itu tidak berhenti di situ. Ia menunjukkan kepada kami satu pewahyuan mengenai rencana Tuhan menggunakan Indonesia. Itu diambil dari Yesaya 46:11.

[Aku] yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. 

Inilah lambang negara dari negara-negara di Asia tenggara, kunjungilah http://bisean.blogspot.com/2007/06/blog-spot.html. Di belahan timur, salah satu dari kedua negeri dengan seekor ‘burung buas’ sebagai lambang negara mereka adalah Thailand. Namun jika anda mengamati lambang negara ini, ‘burung buas’ itu bukanlah benar-benar seekor ‘burung’. Ia mempunyai sayap dan kaki seekor burung namun tubuh seorang manusia. Negeri lainnya, adalah negeri satu-satunya dengan benar-benar seekor ‘burung buas’ ... Itulah Indonesia – lambang negaranya adalah seekor burung rajawali emas [garuda].

Gbr: Burung buas dari suatu negeri yang jauh di timur, 
yang dipanggil oleh Allah

Sangat mengagumkan untuk melihat bahwa lama sebelum negeri ini terbentuk, ribuan tahun yang lalu, Allah telah membuat suatu rencana... dimana sahabat sebangsa saya dan saya menerima kehormatan untuk menjadi bagian darinya.

Barukh Hasheem Adonai! (Blessed is the name of the Lord!)



Bangsa Indonesia: Inilah Panggilanmu!


Banyak hal yang saya pahami dari khotbah mengenai Gerbang Emas itu, yang membuat pengertian yang sempurna dan berkaitan secara indahnya dengan segala sesuatu yang telah saya terima dan pelajari sebelumnya.

Gelombang pertobatan dan kebangunan rohani oleh Roh Kudus akan dimulai di sini di negeri ‘burung buas’ – negeri di bawah langit belahan timur, di selatan Khatulistiwa. Segala sesuatu menjadi berarti sepenuhnya sekarang. Inilah alasannya mengapa Indonesia harus menjadi negeri terbesar di Asia Tenggara yang percaya kepada Allah Israel. Sebagaimana Allah telah menubuatkan mengenai kebangunan rohani Indonesia...

Sudah jatuh, sudah jatuh Babel!
 
Dalam setahun [dan tidak akan lebih satu hari pun] lagi … maka segala kemuliaan Kedar akan habis! (Yesaya 21 – Complete Jewish Bible) 

Segera setelah Tuhan mencurahkan Roh Kudus ke atas Indonesia, seperti menjatuhkan sebuah batu ke air, gelombang itu akan mulai bergerak dari Indonesia ke negara-negara tetangga termasuk negara-negara di utara dan di daerah bagian selatan. Orang-orang dari Indonesia akan membawa gelombang ini sesuai dengan kuda-kuda dan kereta-kereta yang telah diberikan kepada mereka.

Yang ditarik oleh kuda hitam itu keluar ke Tanah Utara; yang putih itu keluar ke arah barat; yang berbelang-belang itu keluar ke Tanah Selatan; dan yang merah itu keluar, gelisah untuk pergi, hendak menjelajahi bumi. Lalu berkatalah ia: "Pergilah, jelajahilah bumi!" Maka mereka menjelajahi bumi. Kemudian berteriaklah ia kepadaku: "Lihat, mereka yang keluar ke Tanah Utara itu akan menenteramkan roh-Ku di Tanah Utara." (Zakharia 6)

Jika anda tidak ada di sana ketika Tuhan memberikan kami kuda-kuda dan kereta-kereta, jangan kecewa. Saya percaya Dia tidak dapat dibatasi hanya sampai pada pertemuan di tempat Jimmy. Apa yang terjadi di pertemuan tempat Jimmy hanyalah suatu simbol mengenai apa yang sedang terjadi di seluruh dunia. Kami bukan satu-satunya pasukan Gideon. Kami bukan satu-satunya pasukan laskar yang Tuhan ingin pakai.

Anda adalah salah seorang dari antara kami dan saya percaya bahwa anda bahkan sudah diperlengkapi oleh Tuhan sendiri. Barangkali sebelum kami, persis seperti apa yang terjadi pada saudari saya ketika ia menerima pelajaran mengenai belas kasihan, sementara semua orang lain menerimanya nanti sesudah dia.

Kami telah menerima perkataan yang dikonfirmasikan oleh pengkhotbah itu pada hari itu: bahwa gelombang itu akan dimulai di sini dan akan bergulung ke negeri utara, Cina. Gelombang itu akan terus bergerak ke Barat, melewati India, Pakistan, Kazakhstan, Iran, Irak dan kemudian kembali ke Yerusalem melalui Gerbang Emas.

Suatu bel berdering di kepala saya.
Sesudah bernubuat mengenai Cina, bukankah Tuhan berkata bahwa Dia akan membawa saya ke tempat-tempat dan negeri-negeri dari
“...bangsa bermata sipit dan orang-orang yang berkulit gelap”?
Bukankah Tuhan yang berjanji kepada saya untuk berjalan di depan saya dan menghancurkan jeruji-jeruji besi... semua tirai besi? Tidakkah Dia mengacu pada komunisme di Cina dengan ‘tirai besi’?
Bukankah saya bertanya-tanya mengapa sebelum saya menginjakkan kaki saya di Cina, Dia bahkan telah menyingkapkan kepada saya tahap selanjutnya dalam hidup saya di Timur Tengah, bertemu dengan anak laki-laki Yahudi? Sekarang saya memahami hubungannya. Dari Indonesia, ke Cina, ke Timur Tengah... ke Yerusalem!

Saya mengerti sekarang apa yang Tuhan maksudkan ketika Dia bernubuat,
Aku akan membawa engkau ke Israel dan engkau akan menyentuh Gerbang Emas walaupun orang mungkin mengatakan bahwa itu tidak mustahil. 

Gerbang Timur dan segala sesuatu lainnya yang berkaitan dengan Nubuatan mengenai gerbang itu adalah merupakan tujuan akhir saya: tahta Sang Raja. Perjalanan jauh dari negeri ‘burung buas’ di timur... kembali ke Yerusalem, kembali ke Gerbang Emas!

Penundaan yang tak berkesudahan untuk saya akhirnya melakukan perjalanan ke Cina, sebagaimana yang telah Tuhan nubuatkan, tidaklah mengejutkan Tuhan. Itu merupakan bagian penting dari Rancangan Utamanya. Batu itu harus dijatuhkan ke atas permukaan air itu terlebih dahulu, untuk memulai gelombang itu dari sini. Riak-riaknya belum mulai bergulung. Oleh karena itu belum ada seorang pun yang bergerak ke tempat manapun.

Nubuatan ini bukan hanya benar bagi saya. Ini benar bagi semua orang di Indonesia, termasuk saudara, yang jiwa dan kehidupannya telah dijamah Tuhan. Tidak penting dimana saudara berada. Tidak penting apakah saudara di Amerika, Kanada, Rusia, Eropa, Cina... sebutkan saja! Jika saudara berasal dari negeri ‘burung buas’... jika saudara berasal dari negeri di belahan langit timur, sebelah selatan katulistiswa itu, inilah panggilan saudara: gelombang itu seharusnya dimulai dari saudara! Tuhan akan memakai saudara untuk menggerakkan gelombang itu ke orang-orang di sekitar saudara, ke jiwa-jiwa di negeri-negeri asing dimana saudara tinggal!

Tujuan saudara adalah sama dengan tujuan saya: mengendarai gelombang dari negeri ‘burung buas’ di selatan ... untuk membawa sang Raja kembali ke Yerusalem, melalui Gerbang Emas.
Barukh Hasheem Adonai!
http://www.adonai-tzvaot.com

Laman asli dalam bahasa Inggris tadinya bisa diunduh pada tautan:
http://www.east-indian-princess.com/download/TheGoldenGate.pdf

Read the original English version of this posting here: GOLDEN GATE OF ISRAEL



Blessed To Bless...

Saturday, April 9, 2011

Penawaran Produk Cana Wine Anggur Perjamuan


Yogyakarta, 08 April 2011
Kepada Yth.
Hal : Penawaran Produk
Dengan hormat,
Dengan surat ini kami dari CV Meka yang beralamat di Jl Suryonegaran 12 Yogyakarta mengajukan penawaran produk Anggur Perjamuan Kudus dengan keterangan sebagai berikut :

1. Spesifikasi Produk : Cana Wine
    Fermentasi buah – buahan dengan kadar alkohol 2 %
2. Masa berlaku (Kadaluwarsa) 1 tahun
3. Macam – macam kemasan :

a. Botol plastik @ 1 liter

- Paket A : 1 dus = 12 Botol dengan harga Rp. 420.000,- (1 botol : Rp. 35.000,-)

b. Cup Jelly + Hosti besar & kecil
- Paket B : 1 dus = 40 bungkus dengan harga Rp 400.000,-  
    (1 bungkus : isi 25 cup & Rp. 10.000,-)
- Paket C : 1 dus =
bungkus dengan harga Rp. 350.000,- (1 bungkus : isi 100 & 35.000,-)
 
Untuk Harga diatas khusus Jawa,silahkan konfirmasi kami untuk anda yang diluar jawa kami siap melayani.

Cana Wine terbuat dari buah – buahan dan proses fermentasi, proses tersebut dibuat secara bersih dan higienis.
Demikian surat penawaran dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

CP : Sumardi 0878 3828 8814

NB : Untuk Setiap Gereja di kota mana pun yang berada di Indonesia bahkan di seluruh dunia yang ingin di SUPPLY oleh produk Cana Wine kita siap mengirim tanpa harus bayar ongkos kirim di kota mana pun,bahkan jika ingin menjualnya kembali di kota anda, kami siap menyupply nya juga dengan harga lebih murah dan tanpa ongkos kirim, sekian penawaran kami terima kasih Tuhan Yesus Memberkati!!

Kenapa kita melakukan Perjamuan Kudus..??



Apa sebenarnya arti dari mengikuti Perjamuan Kudus dan mengapa kita melakukan hal ini? Sadarkah kita bahwa hal ini sebenarnya memiliki arti yang dalam dan lebih dari sekadar tradisi maupun rutinitas? Karena itu marilah kita melihat ke apa yang ditulis oleh rasul Paulus tentang hal ini dalam suratnya kepada jemaat di Korintus.

Ayat 23-26
" . . . Tuhan Yesus mengambil roti, . . . memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan . . . lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang."

Penggunaan roti dan cawan di sini melambangkan sebuah perayaan, karena rupanya begitulah cara orang-orang di jaman itu merayakan pesta. Dan inilah Perjamuan Kudus itu, yakni sebuah perayaan yang kudus.

Roti adalah lambang dari tubuh Kristus itu sendiri. Dalam terjemahan bahasa Inggris terdapat kalimat berikut: "Inilah tubuhKu yang terpecah bagimu." Hal ini tentunya tidak berarti bahwa tubuh Kristus benar-benar terpecah, melainkan menunjuk ke pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Dalam dua kata yang pertama tersirat bahwa Kristus menyerahkan diriNya untuk kita, sementara lanjutan dari kalimat tersebut mengajarkan bahwa karena pengorbanan Kristus inilah kita bisa memperoleh pengampunan dan berkat-berkat karena kematianNya.


"Perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku" Darah Kristus yang begitu berharga telah dicurahkan di atas kayu salib sebagai alat pendamaian bagi mereka yang percaya. Secara spiritual "meminumnya" berarti bahwa kita sebagai orang-orang percaya boleh turut ambil bagian dalam pendamaian ini. DarahNya yang mengalir dari bukit Golgota membawa keselamatan bagi kita dan memeteraikan suatu perjanjian yang baru antara Allah yang kudus dan dunia yang telah jatuh dalam berdosa.

"Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku." Jadi Perjamuan Kudus itu sebenarnya adalah suatu peringatan untuk membantu kita mengingat sesuatu. Kalau kita bisa selalu ingat akan kematianNya, maka tidak perlu ada Perjamuan Kudus. Tetapi kita adalah manusia yang lemah dan karena itu kita perlu terus-menerus diingatkan akan apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Dengan penuh pengucapan syukur kita harus memeteraikan hal ini di hati nurani kita dan dengan penuh sukacita kita harus memuji namaNya. Kita menyatakan kematiaanNya sebagai kehidupan kita.

Ayat 27-29
"Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu."

Kalau saudara pergi ke pesta, pasti saudara akan mempersiapkan diri dengan baik bukan? Pakai pakaian yang rapi, membawa hadiah... Begitulah juga seharusnya jika kita hendak duduk di meja perjamuan Tuhan. Biarlah setiap mereka yang ingin menghadiri perayaan kudus ini memeriksa dirinya sendiri. Apa yang bisa kita berikan bagi Dia? Allah tidak berkenan kepada emas dan perak, tetapi "korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan [dipandangNya] hina." (Mazmur 51:19)
Penyesalan, karena orang-orang percaya harus menyangkal diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kristus untuk dipakai sesuai dengan kehendakNya. Iman, karena walaupun tidak sempurna, iman itulah yang menjadikan kita yang sebenarnya tidak layak ini, layak di hadapan Tuhan. Semoga Tuhan kita Yesus Kristus, pendiri dari Perjamuan Kudus itu sendiri, memberkati persiapan saudara untuk mengikuti perayaan kudus ini, supaya saudara didapatiNya layak di hadapanNya ketika saudara datang menghadap hadiratNya.


Blessed To Bless...

HAL KERAJAAN [part 2]


Tuhan menghendaki agar kita menyatakan/memanifestasikan gaya hidup Kerajaan. Salah satu gaya hidup Kerajaan yang harus terus kita bangun adalah hidup oleh firman. Selama hati kita haus dan lapar akan Tuhan, kita seperti sedang memposisikan diri kita untuk bisa menerima firman. Semakin sering firman datang dalam hidup kita, atmosfir rohani dalam hidup kita akan semakin meningkat. 



Setelah kita menerima firman dari Tuhan, bagaimana membuat firman itu terealisasi dalam hidup kita?

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” (Mrk. 5:27-30)

Dalam ayat 27 diceritakan bahwa wanita yang sakit pendarahan ini sudah berkali-kali mendengar berita tentang Yesus, sampai suatu kali ia mengambil sebuah keputusan untuk mulai bertindak. Ayat 28 menuliskan “sebab katanya...”. Dalam terjemahan yang lain dituliskan “sebab ia berkata-kata berkali-kali kepada dirinya sendiri.” Apa yang ia katakan? “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.

Setelah wanita ini mendengar berita tentang mujizat yang Yesus lakukan, ada sesuatu yang masuk ke dalam hatinya dan ia mengucapkan hal itu berkali kali. Apa yang ia ucapkan berkali kali itulah yang menggerakkannya untuk mendekati Yesus dan memegang ujung jubah Yesus, dan itu jugalah yang membuat firman menjadi kenyataan.
Amsal 18:20-21 berkata, “Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Ketika kita menerima firman dari Tuhan, sebetulnya kita sudah menerima bahan baku atau bahan dasar yang kita perlukan untuk kita bisa terus ‘dikenyangkan’ dan mengalami kuasa kehidupan mengalir dalam hidup kita. Karena itu, setelah Roh Kudus menjelaskan tentang tujuan dari firman itu dan memberikan kita pemahaman tentang firman tersebut, kita harus menunjukkan respon yang tepat yaitu mulai ucapkan firman itu berkali-kali.

Apa yang kita ucapkan? Apa yang menjadi ketentuan atau penjelasan Roh Kudus tentang firman yang Tuhan berikan kepada kita. Karena setiap kali kita menerima firman, selalu ada tujuan yang besar di balik firman itu yang akan membawa kita semakin naik dan membuat kapasitas kita semakin besar. Sampai kapan kita harus memperkatakan firman itu? Sampai perubahan terjadi sesuai dengan firman itu!

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis: “Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” (Roma 4:16-21)

Apapun yang menjadi janji Tuhan – meskipun tampaknya mustahil – pasti akan bisa terjadi karena kita adalah keturunan Abraham (ayat 16). Sebelum datangnya firman, Abraham bukan bapa siapa-siapa, tapi setelah firman datang, Abraham mengalami perubahan yang sangat nyata dan ia mulai disebut sebagai bapa orang percaya.
Ketika kita memperkatakan firman berkali-kali, hal pertama yang akan muncul – dan inilah yang menjadi tanda yang menunjukkan bahwa kita sedang mengalami perubahan – adalah munculnya suatu pengharapan dalam diri kita yang menegaskan bahwa kita pasti akan mengalami janji Tuhan itu (ayat 18), karena Alkitab berkata bahwa pengharapan yang lahir dari Roh tidak akan mengecewakan.

Lalu lebih lanjut dalam ayat 19 dikatakan bahwa ketika kita terus memperkatakan firman, Tuhan akan membawa kehidupan iman kita berpindah, dari hal-hal yang dilandaskan pada hal-hal yang manusiawi kepada kehidupan iman yang berlandaskan kepada-Nya saja. Dengan begitu, permasalahannya bukan lagi pada ‘iman yang kecil’ atau ‘iman yang besar’ tetapi apa yang menjadi fondasi iman kita.

Pada waktu kita mendengarkan firman, belajarlah untuk membuat ringkasan atau kesimpulan dari firman yang kita dengan itu lalu doakan dan ucapkan berkali kali, karena sementara ketika kita melakukan hal tersebut, Tuhan mengganti fondasi iman kita dari fondasi yang manusiawi menjadi fondasi yang ilahi. Sehingga walaupun fakta yang ada bertentangan dengan apa yang menjadi firman Tuhan, pengharapan kita tidak akan pudar karena pengharapan itu tidak dilandaskan pada fakta yang manusiawi.

Ingat, apa yang kita yakini akan menentukan apa yang kita alami. Ketika kita tetap meyakini firman-Nya dan tetap berharap – lepas dari apa yang menjadi fakta dan kondisi yang ada, Tuhan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran (ayat 22), dan fakta hidup yang kita miliki akan bisa diubahkan oleh kebenaran.


Blessed To Bless...

Tulisan Rohani


Kerinduan hati saya , bagi mereka yang belum berjumpa dengan YESUS KRISTUS , dapat bertemu secara pribadi dengan Tuhan dan Juruselamat semua manusia melalui Blog ini .
Kasih Allah yang dianugerahkan kepada umat manusia melalui :

Joh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ( Yesus ), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya ( Yesus ) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

dan juga saya dapat melihat setiap orang dapat mengenal Tuhan secara pribadi. dan melalui tulisan -tulisan yang terdapat di Blog ini,  setiap orang yang membacanya dapat mengalami pertumbuhan rohani.

2Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Ketika Kita menerima DIA sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka kita akan mengalami Kelahiran baru :

Joh 3:5  Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Joh 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah rohJoh 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Perjalanan rohani kita dimulai dengan HATI yang mengasihi dia yaitu dengan MENTAATI dan MELAKUKAN FIRMANNYA.

Joh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Hidup kita sebagai Anak Allah haruslah senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus :
Rom 8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Rom 8:14   Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Rom 8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Oleh karena itu MEMBANGUN HUBUNGAN dan PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN adalah PRIORITAS utama dari anak-anakNYA.
Semua karena AnugerahNYA


Blessed To Bless...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Holy Spirit